Thursday, April 30, 2020

HELLO - BAB I. TROUBLE MAKER

BAB I
Trouble Maker

Tokyo, Jepang
Kyo, pria tampan keturunan Eropa Mix dengan perawakan tinggi 185cm berkulit putih, rambut coklat dan bermata hazel. Sifatnya sangat tempramental dan dia selalu memiliki tatapan yang membara. Sangat berbanding terbalik dengan saudara kembarnya Sin yang sangat tenang dan sedikit polos. 
Pagi itu Kyo sudah bangun lebih cepat dan berdandan dengan sangat rapi. Ia berjalan keluar kamarnya sambil bersenandung dengan riang. Elena yang melihatnya pun bertanya, 
"Wah sedang ada apa ini pagi sekali berdandan sangat tampan dan nampak sangat riang?"
Kyo pun tersenyum dan berkata, 
"Karena hari ini adalah hari yang sangat istimewa."
"Hari istimewa apa?? Mengapa aku tidak tahu." Ucap Sin sambil mencium pipi Elena istrinya.
"Morning my love."
Melihat kemesraan sepasang suami istri itu, ia pun tertawa kecil sembari geleng kepala dan berkata,
"Hahaha hari ini tepat 3 tahun aku bersama dengan Rei. Dan aku berencana melamarnya hari ini."
Sin dan Elena pun saling berpandang bahagia mendengar rencana itu
"Semoga rencanamu sukses saudaraku." Ucap Sin sembari menepuk pundak saudaranya itu. 
"Ku doakan yang terbaik untukmu." Timpal Elena. 
Kyo pun berpamitan dan pergi menuju cafe tempat ia membuat janji dengan kekasihnya itu. 
***
Setibanya di depan cafe ia melihat Rei sedang bersenda gurau dengan seorang pria dan mereka terlihat sangat mesra ketika pria itu mengacak-acak rambut Rei. Kyo yang melihat itu sangat geram, ia tidak bisa membendung rasa marah dan cemburunya. Seketika itu juga ia berlari menghampiri mereka dan memukul pria tersebut sembari berkata, 
"Beraninya kau menggoda kekasihku. Tidak akan kubiarkan kau dekat-dekat dengannya."
Kyo terus memukulinya tanpa henti sehingga pria itu terlihat babak belur dan berdarah-darah. Membuat seluruh orang yang berada cafe itu panik terutama Rei yang berada di dekat mereka. Beberapa pengunjung pria berusaha memisahkan mereka, Kyo yang masih penuh dengan amarah memberontak untuk dilepaskan. Pada saat itu juga Rei menghampiri Kyo dan langsung menamparnya. Sembari menangis ia berkata, 

"Tolong hentikan, kamu telah membuat malu."

Melihat kekasihnya menangis ia merasa sesak dan menjadi tenang, ia menampik tangan orang-orang yang memeganginya. Dia menghampiri kekasihnya itu dan berusaha menghapus air matanya. Namun gadis itu menampik tangannya. 
"Sudah cukup, kau sudah terlalu kelewatan. Mengapa kau selalu bersikap seperti ini? Apakah aku tidak boleh dekat dengan siapapun? Bahkan dengan teman masa kecilku?"
Kyo pun diam hanya memandang kekasihnya itu. 
"Eiji adalah teman masa kecilku dan dia baru saja kembali dari London setelah 7 tahun kami tidak bertemu. Aku sudah lelah menghadapimu yang seperti ini, aku lelah dengan sifat tempramental dan cemburumu yang tidak terkendali itu." Ucap Rei sembari teisak isak. 
Kyo yang mendengar itu bingung dan merasakan perasaan yang tidak bagus dari ucapan Rei itu. 
"Ap... Apa maksudmu?" Tanyanya. 
"Aku ingin kita putus, aku sudah tidak kuat lagi bersamamu."
Rei berbalik dan berusaha memapah pria yang bernama Eiji itu. 
Kyo menarik tangan Rei berusaha menahan kekasihnya itu agar tidak pergi. 
"Tunggu, ku mohon maafkan aku. Aku tidak ingin kita putus, lihatlah aku membawakanmu sebuah cincin. Aku ingin melamarmu hari ini. Aku mohon kita jangan putus ya." Ucap Kyo memohon sembari menunjukkan cincin yang akan dia berikan kepada kekasihnya itu. 
"Sakit... Lepaskan... Semua sudah terlambat, aku sudah tidak tahan lagi denganmu. Ayo Eiji aku bantu kau berjalan pergi dari sini."
Rei melepaskan tangan Kyo dan meninggalkannya sendiri. Kyo jatuh terduduk dengan rasa frustasi karena ditinggalkan gadis yang sangat ia cintai itu.
***
"Kyo, ada apa denganmu? Mengapa wajahmu lesu begitu?"
Sin menatap saudara kembarnya itu dengan rasa khawatir. 
"Aku tidak apa-apa. Aku mau langsung ke kamar, jangan ganggu aku." Timpal Kyo sembari melenggang melewati Sin berjalan menaiki tangga menuju kamarnya. 
"Ada apa dengannya? Dia terlihat sangat marah." Tanya Elena keluar membawa sebaki roti coklat yang baru matang. 
"Berikan padaku." Sin meraih baki yang bawa Elena dan memajang roti-roti itu di rak toko mereka. 
"Mudah sekali ditebak, sangat bisa dipastikan mereka bertengkar lagi dan rencananya untuk melamar Rei gagal." Timpal Sin
"Hah, kali ini apalagi masalah mereka?" Bisik Sin sembari menghela napas. 
***
Tok tok tok tok
"Hei, keluarlah dari kamar. Ayo makan malam bersama, Elena sudah memasakkan makanan kesukaanmu." Ucap Sin didepan kamar Kyo. 
"Hah, Elena selalu lebih memperhatikanmu dibandingkan aku suaminya." Bisik Sin pelan. 
Pintu kamar terbuka dan Kyo keluar dari kamarnya dengan wajah cemberut. 
"Sudahlah ayo, kita makan. Aku sudah sangat lapar." Ucap Sin sembari menyambar bahu saudaranya itu. 
***
Sembari mereka makan, Sin dan Elena saling melempar pandangan dan saling memberi kode siapa yang akan berbicara dengan Kyo. Kyo pun geleng-geleng kepala memperhatikan kelakuan pasangan itu. Dia sangat yakin jika mereka ingin menanyakan apa yang terjadi pada siang itu. 
"Aku dan Rei sudah putus." Kyo membuka pembicaraan. 
Sin dan Elena saling berpandang terkejut mendengar ucapan Kyo. 
"Hah sudah kuduga pada akhirnya kalian akan putus juga." Ucap Sin, dan seketika mendapat tendangan kecil dari Elena. 
"Hei, jaga ucapanmu. Saudaramu itu sedang bersedih, kau malah mengatakan seperti itu." Ucap Elena pelan. 
"Ya aku harus berkata apa? Mereka sering sekali bertengkar sudah sangat dipastikan cepat atau lambat pasti mereka putus." Timpal Sin
"Hah kau ini memang tidak bisa diharapkan." Desah Elena.
"Eemm... Kyo ini mungkin sedikit klise, tapi apa kamu baik-baik saja?" Lanjut Elena. 
Kyo mengangguk, "Iya aku baik-baik saja, hanya merasa sedikit emosi."
"Sudah  terlalu dipikirkan. Lebih baik kamu berlibur saja untuk menghilangkan emosimu." Ucap Sin sembari memberikan sebuah amplop kepada Kyo. 
"Apa ini?" Tanya Kyo sembari membuka amplop itu. 
"Ini... Tiket pesawat menuju Bangkok, Thailand dan bukti pembayaran hotel?" Lanjut Kyo sambil menatap saudaranya itu. 
"Yep, tadinya kami  berencana akan berlibur ke sana. Tapi melihatmu seperti itu, kami memutuskan untuk menunda liburan kami dan memberikannya kepadamu. Yah, untuk menghilangkan emosimu." Balas Sin. 
"Sebenarnya aku ingin sekali berlibur, tapi Elena menyuruhku memberikannya padamu." Bisik Sin membuang muka sembari mamancungkan bibirnya dan mendapat tendangan kecil kembali dari istrinya. 
"Kalian tidak perlu sampai seperti ini, mengorbankan waktu berlibur kalian. Aku baik-baik saja, percayalah." Ucap Kyo merasa tidak enak dengan mereka. 
"Sudah terima saja, kami bisa berlibur dilain waktu kapanpun kami mau." Timpal Elena.
"Minggu depan adalah jadwal keberangkatannya. Jangan kau tolak." Ucap Sin. 

HELLO - BAB I. TROUBLE MAKER

BAB I Trouble Maker Tokyo, Jepang Kyo, pria tampan keturunan Eropa Mix dengan perawakan tinggi 185cm berkulit putih, rambut coklat ...